Rabu, 30 Mei 2012

Konduktor Menurut Bahan



Klasifikasi Konduktor


Klasifikasi konduktor menurut bahannya:


1. Kawat logam biasa, contoh: 
   a. BBC (Bare Copper Conductor).
   b. AAC (All Aluminum Alloy Conductor).


2. Kawat logam campuran (Alloy), contoh: 
   a. AAAC (All Aluminum Alloy Conductor)
   b. kawat logam paduan (composite), seperti: kawat baja berlapis tembaga (Copper Clad Steel) dan kawat baja berlapis     aluminium (Aluminum Clad Steel).


3. Kawat lilit campuran,
Kawat yang lilitannya terdiri dari dua jenis logam atau lebih.
contoh: ASCR (Aluminum Cable Steel Reinforced).


http://www.kabelve.blogspot.com

Semoga bermanfaat !

Bare Copper Conductor (BCC)


Bare Copper Conductor atau disebut kabel BCC
Kabel Bare Copper Conductor (BCC) merupakan Kawat Tembaga Telanjang yang biasanya digunakan untuk saluran udara dan kabel tanah.

Fitur
Konduktor jenis BCC ini digunakan untuk transmisi daya saluran udara.

Konstruksi
Konduktor : Tujuh kabel tembaga atau lebih dengan diameter yang sama dalam lapisan konsentris. 

Bare Copper Conductor - Hard (BCC-H)
Konduktor yang memiliki karakteristik mekanis minimal 428 N/mm2. Maximum resistifitas pada 20 derajat Celcius adalah 0.01786 ohm.mm2/m 

Bare Copper Conductor - Half Hard (BCC-1/2H)
Konduktor yang memiliki karakteristik mekanis minimal 340 N/mm2. Maksimal 410 N/mm2. Maximum resistifitas pada 20 derajat Celcius adalah 0.01784 ohm.mm2/m

Annealed Copper Wire (BCC Soft) 
Konduktor ini memiliki maximum resistifitas pada 20 derajat Celcius adalah 0.017241 ohm.mm2/m

Tipe :
BCC-H
BCC-1/2H
BCC-Soft

Spesifikasi
SPLN 41-4 : 1981
SPLN 41-5 : 1981
JIS C 3102
(Spesifikasi lain juga ada tergantung permintaan)

Berikut untuk contoh kabel BCC 120 mm2


http://www.kabelve.blogspot.com

Semoga bermanfaat.

Jumat, 11 Mei 2012

Konduktor Yang Baik





Konduktor tentu juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda, namun kita perlu tahu bagaimana sebuah konduktor yang baik itu. Nah, berikut beberapa jenis konduktor tersebut :


1. Konduktifitasnya cukup baik.
Nilai suatu konduktor bila penghantarannya baik maka akan sedikit losses atau faktor kehilangan daya kecil. Walau nilai murni susah untuk mendapatkan losses yang sangat kecil. namun diusahakan memiliki resistant yang sangat rendah. Bila nilai hambatan atau konduktifitasnya cukup besar maka akan berakibat panasnya konduktor tersebut dan jika tidak mampu untuk menahan arus yang mengalir dapat mengakibatkan putusnya penghantar konduktor.

2. Kekuatan mekanisnya (kekuatan tarik) cukup tinggi.
Pada saat pemasangan sebuah penghantar membutuhkan tarikan kabel dan faktor kekuatan mekanis ini harus besar, ini dimungkinkan untuk pemasangan yang panjang dan kekuatan harus tinggi. Ini bergantung dari   bahan dan proses pembuatan di pabrik.

3. Koefisien muai panjangnya kecil.
Koefisien muai panjang ini erat hubungannya dengan suhu dan resistant. Sebuah penghantar konduktor harus memiliki koefisien muai panjang yang kecil agar proses perubahan suhu menjadi lebih cepat.

4. Modulus kenyalnya (modulus elastisitas) cukup besar.
Modulus elastisitas erat kaitannya dengan model penghantar, jika ingin memperoleh kekenyalan dapat digunakan kabel yang memiliki banyak pilinan. Sehingga kekuatan lentur lebih tinggi. Untuk mengetahui seberapa elastis kabel tsb maka erat hubungannya dengan material dan bahan pembuatan.